Minggu, 25 Januari 2009

Kisah Nyata “ Misteri Murid Baru”



SMAN Binaan Khusus Dumai Riau
Jl. Inpress Purnama Dumai Barat



Ini adalah kisah nyata yang terjadi sekitar tahun 2007

Siang itu hari rabu ntah tanggal berapa aku pun lupa, yang kuingat temanku Rio asli keturunan Tionghoa mengeluarkan selembar kertas dalam lacinya. Dengan iseng dia berkata “Main jelangkung yuk! Ada yang punya uang logam nggak?”. Beberapa teman-temanku ( anak laki2 saja, tw yg cwek pd kmn? )yang sedang istirahat di kelas selepas mengikuti pelajaran olahraga meresponnya dengan hangat sambil menunggu guru mata pelajatan berikutnya masuk kelas. Permainan pun dimulai, dua orang diantara kami berada di tengah dan yang lain berkumpul mengelilingi termasuk diriku. Permainan jelangkung di daerah kami( DUMAI=Oil City) tidaklah seperti jelangkung yang ada di film horror, hanya berupa sebuah uang logam terserah mau pakai uang berapa, selembar kertas yang bertuliskan huruf alpabhet angka o sampai 9, kata YA dan TiDAK. Uang logam diletkkan di atas kertas dipegang oleh 2 orang dengan menggunakan jari telunjuk yang agak dilemaskan, kemudian di putar dengan satu irama yang sama sambil mengucapkan mantra jelangkung. Setelah mantra selesai dinyanyikan uang diberhentikan. Tersenyum diriku melihat mereka yang bermain dengan sangat serius, apalagi dari dulu aku tak pernah percaya dengan permainan ini,” tahayul” pikirku dalam hati.
Uang logam itu mulai bergerak, semua mata yang menonton tertuju pada benda itu. “Kau yang gerakin ya?”.” Gak ah bukan aku”. Ini dialog yang sering kali muncul dalam dunia perjelangkungan dan menandakan bahwa makhluk yang dipanggil telah datang. Sebenarnya inilah saat saat yang mengasyikkan sekaligus mendebarkan, karena pada saat itu rasa penasarn kembali memacu hormon adrenalin kita. Salah satu dari mereka berdua bertanya ”Nama kamu siapa? Dan pada saat meninggal kamu umur berapa?”. Uang logam bergerak pelan menunjukkan huruf –huruf dan angka angka untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, dan kemudian berhenti. “Nina, 4” maksudnya namanya Nina dan berumur 4 tahun. “Apakah hantu anak TK nol kecil sudah bisa ngerti bacaan?”, hatiku kembali bertanya, ada sebagian penonton mendesis pelan karna takut kalau berbicara keras akan diikuti ketika pulang ke rumah. Dalam permainan etika juga harus dijaga baik itu si pemain ataupun yang menonton.

Akhirnya karena penasaran, yang menonton pun ikut melontarkan sebuah pertanyaan, “Apa kelas ini aka ada murud baru pindahan?”. Maklumlah pada saat itu sekolah kami khususnya kelas 2 banyak murid pindahan dari daerah lain yang masuk di awal semester. Terlebih lagi hanya kelas kami yang belum pernah dimasuki murid baru diantara kelas-kelas yang lain.
Hantu anak perempuan ini pun menjawab dengan menggerakkan uang ke kata YA.” Pindahan dari daerah mana?” balas si penanya. Uang logam bergerak kea rah dimana huruf berkumpul dan menunjukkan sebuah kata “ B E N G K A L I S”. Kota sebrang yang tak jauh dari Dumai, hanya memakan 1 jam untuk pergi ke sana dengan menggunakan kapal ferry (boat). Tak cukup bagi dia( penanya ) yang sangat menggemari kaum hawa dengan hanya menanyakan daerah asal, dia pun kembali bertanya dengan pertanyaan yang lumrah, “Kalau boleh tahu murid barunya cowok atau cewek ya?” Uang logam kembali menari diatas kertas sembari membacakan memperlihatkan kata –kata yang dimaksud si hantu. Senyum itu tiba-tiba munsul ketika para pecinta hawa mengeja kata YA. Berarti ada seorang cewek yang akan menggunakan jasa kelas ini untuk menkmati kurikulum pendidikan di sekolah ini. Permainan berakhir ketika Rio mengucapkan” Terima kasih ya dek atas bincang-bincangnya kali ini.. Sekarang kamu pulang dulu ya..”, dengan segera kedua orang pemain menggerakkan logam ke basecamp yang beruliskan “HOME” yang berada di ujung bawah kertas. Bermacam macam komentar yang keluar dari mulut kami. Ada yang bilang komburlah, bongaklah, cita boraklah ( bohongan ) dan ada pula yang bilang “Barangkali ada benarnya, kita lihat saja nanti”.

Satu bulan berlalu dan tepat pada hari sabtu ketika para siswa berkumpul di lapangan untuk melakukan senam massal, ada perempuan yang tak dikenal masuk di barisan kelas kami. Pakaian olahraga yang be rwarna biru, cukup contras dengan kami yang berwarna kuning melambangkan perahu lancang kuning khas daerah Riau. Dia hanya diam dan tanpa senyum mengikuti gerakan senam yang diperagakan pesenam didikan Pak Jack, guru olahraga kami.
Ketika pembelajaran dimulai, pas banget pada saat itu guru walikelas kami yang mengajar. Anak baru itu disuruh memperkenalkan dirinya. Namanya Tika (samaran), pindah sekolah karena sakit dan yang lebih mengejutkan lagi dia pindahan dari salah satu sekolah ternama di Bengkalis. Semua anak laki2 dikelasku saling memandang heran dan ada juga sebagian yang berbisik ke yang lainnya. Ternyata anak ini sudah lama tinggal di Dumai, tapi sejak naik Smp dia pindah ke bengkalis dan tinggal bersama saudaranya.

Alasan dia pindah ke sekolah ini adalah agar bisa diurus oleh orang tuanya sendiri karena dia sering sakit. “Sakit apa ya? Sampai harus pindah sekolah segala”, dalam hati ku bergumam. Sekilas kuperhatikan dia, kelihatannya pendiam, apa karna masih baru ya, dan wajah tak pernah luput dari kata “pucat”. Berbeda dengan teman satu kelompok yang duduk disampingnya, supel, cerewet dan sedikit centil. Dua hari berlalu sudah, masih saja tidak mau bergabung dengan anak anak lainnya, dia hanya mau mengobrol dengan teman yang duduk disampingnya. Kelas kami ada 20 orang murid yang dibagi dalam 5 kelompok, berbeda dengan kelas yang lain yang ditempati 25 sampai 30 murid. Kelas exclusive kata warga sekolah ini. Kelas kami salah satu dari dua kelas exclusive yang ada. Tak semua murid bisa masuk kelas ini, karena setiap tahun akan diseleksi menurut peringkat dan prestasi yang diraih di kelas satu. Ilmu Alam nama kelas exclusive itu, kelas yang diisi oleh orang-orang yang katanya memiliki kelebihan di otak bagian kiri.

Anak baru itu pun pernah bercerita kepada teman sebangkunya( Kurnia namanya ) bahwa di sekolahnya yang dulu dia selalu mendapat ranking pertama. Pantas saja dia masuk kelas ini tanpa melalui test atau peneleksian. Tak itu saja dia banyak bercerita kepada Nia bahwa dia punya penyakit yang aneh dan kambuh setiap jam sepuluh pagi tapi ia tak pernah bilang sakit apa. Ia hanya bilang kalau sakitnya kambuh agar dibiarin saja, karna nanti akan sembuh sendiri.
Di kantin para lelaki kelas kami sering bergossip semenjak kedatangan murid baru itu. Kami berprasangka bahwasanya ada penghuni di kelas kami itu, dan penghuni ini punya hubungan dengan murid baru.

Pagi itu ketika kami sedang istirahat pertama sekitar jam setengah 10, tepat 5 hari setelah kedatangannya. Beberapa anak menghabiskan istirahatnya di dalam kelas, termasuk diriku yang jarang ke luar kelas pada saat jam istirahat pertama. Kulihat anak baru itu sudah mulai berbincang bincang dengan 3 orang temanku , satu cowok dan 2 orang cewk. Mereka duduk dalam satu meja kelompok yang terletak paling belakang di sudut ruangan. Mula mula anak baru itu ngobrol dengan Alex, cowok yang duduk satu meja dengannya tapi bersebrangan duduknya. Kemudian dengan Elvi yang duduk disampingnya. Dan setelah itu mereka diam sibuk dengan aktivitasnya masing masing. Ada yang makan, belajar, dengerin musik di hp dan kulihat anak baru itu hanya melamun. Ada yang aneh dengan lamunannya itu, roman mukanya berubah seketika, pucat dan matanya meloto seperti orang marah. Ia memperhatikan teman teman disekitarnya dengan mata yang sangat mengerikan. Aku yang berjarak 6 meter dengannya ingin bertanya dari kejauhan, tapi niat itu kuurungkan takut kalau kalau ia tersinggung. Tak berapa lama aku berpikir, dia telah mengamuk sambil menagis sambil memukul punggung teman yang ada disampingnya itu. Kontan si Elvi yang orangnya suka kaget menjerit seketika. Jeritan itu memecahkan kesunyian kelas itu. Kemudian murid yang berada di kelas berdiri mngelilingi Tika, sementara Tika sendiri terus saja duduk sambil mengamuk dan menangis seperti anak kecil. Terdengar suara yang lebih halus dari biasanya, suaranya mengisyaratkan kalau ia pengen pulang. Persis seperti anak kecil minta pulang sama mamanya kalau diajak jalan.

Kelasku menjadi heboh, tapi hanya teman teman sekelasku saja yang melihat kejadian ini karena anak kelas lain sudah masuk, tak ada lagi yang brkeliaran, di luar kelas pun terlihat sepi. Sementara itu guru yang akan mengajar belum juga dating, ketua kelas mengambil inisiatif untuk memanggil guru Agama yang kebetulan sedang mengajar di kelas sebelah. “Pak permisi sebentar , ada yang kesurupan di kelas kami”. Kemudian guru itu malah bertanya, “Kenapa harus saya yang kalian cari?”. “Panggil aja Kepsek atau Wakasek, biar mereka percaya dengan makhluk halus yang ada di sekolah kita”. Pak guru ini trlihat agak marah, karena belakangan ini terdengar gossip bahwa dia dipanggil Kepsek karena dituduh menakuti anak anak dengan cara me-ruqiyah salah satu murid ketika sedang mengajar.

Akhirnya Kepsek dan Wakasek bagian kurikulum yang terkenal galak itu dating ke kelas kami. Seolah tak percaya Pak Kepsek menyentuh Kening Tika seraya berkata, “paling Cuma demam biasa”. “Ughh” Tika bergumam sambil menyingkirkan tangan Pak Kepsek dari keningnya. Tika kemudian memelototi pak Kepsek dengan mata yang hamper keluar itu. Pak Kepsek pun panik. Sebelumnya ada seorang murid yang notabenen adalah teman sebangkuku di kelompok yang berusaha mengusir seytan atau hantu yang bersarang ditubuh Tika, tapi tak berhasil. Teman sebbangkuku ini bernama iko, dia memang sangat suka hal hal gaib dan dunia perdukunan. Beberapa murid di sekolah ini juga pernah meminta bantuannya untuk meramal benda yang hilang. Pernah suatu ketika helm seorang murid hilang, dan murid itu berkonsultasi kepada Iko. Alhasil identitas pencuri itu terungkap, dan akhirnya pencurinya yang juga seorang murid di sekolah ini mengakui perbuatannya.

Pada saat semua orang di kelas itu bingung harus ngapain, Pak guru Agama( Pak Hasan ) itu akhirnya menunjukkan batang hidungnya di depan Kepsek dan Wakasek. Ketika Pak Hasan datang, amukan dan tangisan Tika semakin menjadi jadi. Dan lama lama kelamaan Tika pingsan, kemudian digotong ke Mesjid.

Insyaallah sambungan cerita ini akan ditampilkan pada posting berikutnyA.
lUMAYAN CAPEK NGETIKNYA BRO..

Tributed to XII ipa 1 tahun 2007-2008


Sabtu, 24 Januari 2009

Ar-Ruh



Sekapur Sirih

izinkan hamba memulai awal permulaan perkataan in dengan sekapur sirih ini

Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatu.

Di zaman yang terang benderang oleh ilmu pengetahuan seperti sekarang ini pastilah takkan pernah luput dari perkembangan peradaban manusia. Peradaban itu sendiri berkembang karena adanya evolusi otak manusia dari waktu ke waktu, yaitu pengembangan nafs manusia yang bersifat kreatif dan inovatif, sehingga dalam Al-Quran disebutkan bahwasanya manusia bisa lebih mulia dari malaikat jika jiwa (nafs) itu sendiri selalu dibekali dengan ilmu yang dapat megubah dan mengembangkan dunia tanpa mengurangi rasa mahabbah kepada Allah swt. Nafs manusia selalu dipengaruhi oleh Roh yang sejatinya adalah sesuatu yang suci dan baik. Ruh mempengaruhi jiwa (nafs), sedangkan jiwa mempengaruhi Jasmani manusia ( Roh => Nafs => Badaniyah ).

Tapi janganlah heran apabila seorang manusia sendiri tidak tahu banyak tentang roh, karena memang otak manusia tidak mampu menjangkaunya. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah," Qulirruhu min amri rabbi wamaa utiitum minal ilmi illa qaliila", "Katakanlah, roh itu termasuk urusan tuhanku dan kamu tidaklah diberi pengetahuan melainkan sedikit" (Al-Isra ; 85).

Ayat diatas menunnjukkan bahwa ruh itu adalah misteri yang belum bisa dijamah oleh kita sebagai manusia, oleh karena itu website ini akan memaparkan sedikit kajian tentan ruh walaupun tulisan ini masih jauh banyak kekurangan. Tidak ada sempurna di dunia seperti website ini, kalaupun ada pasti hanya dalam kerelatifan manusia bukan kemutlakan dari Allah swt.

Wabillahitaufiq walhidayah, wassalamualaikum warahmatullahiwabarakatu.




Ruh Manusia

Al Qur'an telah membahas tentang hakekat asal-usul manusia yang di awali dari proses kejadian manusia yaitu dari a’laqah ( melekatnya sperma pada ovum ) (QS. Al Alaq:1-5), dan setelah melewati beberapa tahapan dan sempurna kejadiannya, dihembuskan-Nyalah kepadanya ruh ciptaan Tuhan (QS. Shaad:71-72).
Dari ayat-ayat di atas menjadi jelas bahwa hakikat manusia terdiri dari dua unsur pokok yakni, campuran tanah ( تراب =debu, طين = lumpur, طين لازيب =tanah liat, حامسنون =tanah cadas,كالفجار صلصال =tembikar ) dan hembusan ruh (immateri). Di mana antara satu dengan satunya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan agar dapat di sebut manusia. Dalam perspektif sistem nafs, ruh menjadi faktor penting bagi aktivitas nafs manusia ketika hidup di muka bumi ini, sebab tanpa ruh, manusia sebagai totalitas tidak dapat lagi berpikir dan merasa.

Ruh adalah zat murni yang tinggi, suci, hidup dan hakekatnya berbeda dengan tubuh. Tubuh dapat diketahui dengan pancaindra manusia, sedangkan ruh menelusup ke dalam tubuh sebagaimana menyelusupnya air ke dalam bunga, tidak larut dan tidak terpecah-pecah. Untuk memberi kehidupan pada tubuh selama tubuh mampu menerimanya. Sudah lama "kemisteriusan" ruh menjadi perdebatan di kalangan ulama, teolog, filosof dan ahli sufi yang berusaha menyingkap dan menggali keberadaannya. Mereka mencoba mengupas dan mengulitinya guna mendapatkan kepastian tentang hakekat ruh. Dalam bahasa Arab, kata ruh mempunyai banyak arti.

* Kata حور untuk ruh
* Kata حير (rih) yang berarti angin
* Kata حور (rawh) yang berarti rahmat

* Ruh dalam bahasa Arab juga digunakan untuk menyebut jiwa, nyawa, nafas, wahyu, perintah dan rahmat. Jika kata ruhani dalam bahasa Indonesia digunakan untuk menyebut lawan dari dimensi jasmani, maka dalam bahasa Arab kalimat “Rahaniyun”

Akan tetapi hakikat ruh yang sebenarnya tidak akan bisa dijangkau oleh akal pikiran manusia, karena sudah merupakan suatu ketentuan Allah bahwasanya urusan roh bukanlah urusan manusia. Jawaban singkat al-Qur'an atas pertanyaan itu (lihat QS. Al-Isra': 85), menunjukkan bahwa ruh akan tetap menjadi "rahasia" yang kepastiannya hanya bisa diketahui oleh Allah semata.
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (QS. Al-Isra': 85)
Ada kalangan yang bersikukuh bahwa hakikat manusia adalah jasad fisiknya. Ada yang beranggapan bahwa jasad dan ruh terwujud serentak sebagai hakikat pembentuk manusia. Sementara kalangan lain berhujah dengan tak kalah argumentatif bahwa ruh adalah jati dirinya.
Sebenarnya al-Quran telah menyebutkan adanya dimensi lain selain materi pada manusia yang disebut dengan ruh.
Sebagaimana yang terkandung dalam ayat berikut ini, “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ruh-Nya ke dalamnya dan Dia menjadikan untuk kalian pendengaran, penglihatan dan hati tetapi sedikit sekali kalian bersyukur”( QS.As Sajadah:9 ).
Kalimat “meniupkan ruh-Nya ke dalamnya” dalam ayat di atas menunjukkan adanya dimensi yang bernama ruh pada manusia. Bisa kita ambil kesimpulan dari ayat di atas bahwa setelah menyebutkan tentang peniupan ruh kemudian menyebutkan tentang telinga, mata dan hati. Penyebabnya adalah karena sumber yang menggerakkan jiwa (nafs) adalah ruh, begitu juga dengan sumber asli perbuatan anggota badan tersebut adalah ruh, sehingga menghasilkan gejala-gejala.

Ayat lain yang mengisyaratkan adanya ruh pada manusia terdapat dalam ayat berikut ini, “Dan apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan meniupkan ruh-Ku ke dalamnya maka tunduklah kalian kepadanya dengan bersujud” (QS. Al Hijr:29).
“Aku meniupkan ruh-Ku”. Ada dua aliran yang mempunyai perbedaan penafsiran ayat ini. Kaum Suni eksterralis view berpendapat bahwa ruh yang dimasukan ke dalam jasad manusia adalah ruh yang diciptakan oleh Allah khusus untuk manusia. Sedangkan kaum Sufi sunni (Sunni Esoteris) dan kaum syiah berpendapat bahwasanya ruh manusia berasal dari ruh Allah itu sendiri.
Penulis sendiri berpendapat bahwa Allah bukan ruh sehingga harus memasukkan sebagian ruh-Nya ke dalam tubuh manusia, akan tetapi yang dimaksud oleh al-Quran dengan penjelasan ini adalah kemuliaan dan ketinggian ruh itu sendiri. Yakni ruh begitu bernilai bagi manusia sehingga Allah menghubungkannya dengan diri-Nya dan mengatakan, “Aku meniupkan kepadanya ruh-Ku”. Bisa kita jelaskan dengan contoh lain seperti masjid adalah rumah Allah. Kita tahu bahwa masjid bukan rumah Allah, karena Dia bukan materi sehingga harus membutuhkan tempat tinggal, akan tetapi maksudnya adalah nilai dan pentingnya masjid sehingga disebut dengan rumah Allah. Contoh lain seperti majelis rakyat juga disebut sebagai rumah rakyat.

Ada ayat lain yang mengisyaratkan tentang wujudnya ruh, “Demi nafs (ruh, jiwa) dan penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan jalan kefasikan dan jalan ketakwaannya” ( As Syams:7-8 ).
Ayat ini menjelaskan bahwa nafs manusia bisa bertaqwa kepada Allah swt dan bisa juga berbuat ingkar, sebab Allah telah memberikan suatu kebebasan untuk menjalani kehidupan di muka bumi ini. Tetapi kembali kepada hakikat ruh itu sendiri bahwa ruh itu selalu suci dan kudus. Ruh yang diberikan Allah adalah suatu bibit potensi manusia untuk beriman kepada Allah. Bahasa ruh bersifat inspiratif yang mendorong nafs untuk selalu berbuat kebaikan, dan bahasa ruh ( nuraniyun ) itu sendiri dapat diperkuat melalui ibadah kepada Allah.

Pendapat menurut Al Ghazali dan Ibnu Qayyim Al Jauziah

1. Al Ghazali

Al-Ghazali membagi jiwa menjadi tiga golongan, yaitu:
1. Jiwa nabati (al-nafs al-nabatiyah), yaitu kesempurnaan awal baqgi benda alami yang hidup dari segi makan, minum, tumbuh dan berkembang.
2. Jiwa hewani (al-nafs al-hayawaniyah), yaitu kesempurnaan awal bagi benda alami yang hidup dari segi mengetahui hal-hal yang kecil dan bergerak dengan iradat (kehendak).
3. Jiwa insani (al-nafs al-insaniyah), yaitu kesempurnaan awal bagi benda yang hidupdari segi melakukan perbuatan dengan potensi akal dan pikiran serta dari segi mengetahui hal-hal yang bersifat umum.

Jiwa insani inilah, menurut al-Ghazali di sebut sebagai ruh (sebagian lain menyebutnya al-nafs al-natiqah/jiwa manusia). Ia sebelum masuk dan berhubungan dengan tubuh disebut ruh, sedangkan setelah masuk ke dealam tubuh dinamakan nafs yang mempunyai daya (al-'aql), yaitu daya praktik yang berhubungan dengan badan daya teori yang berhubungan dengan hal-hal yang abstrak. Selanjutnya al-Ghazali menjelaskan bahwa kalb, ruh dan al-nafs al mutmainnah merupakan nama-nama lain dari al-nafs al-natiqah yang bersifat hidup, aktif dan bisa mengetahui.
Ruh menurut al-Ghazali terbagi menjadi dua, pertama yaitu di sebut ruh hewani, yakni jauhar yang halus yang terdapat pada rongga hati jasmani dan merupakan sumber kehidupan, perasaan, gerak, dan penglihatan yang dihubungkan dengan anggota tubuh seperti menghubungkan cahaya yang menerangi sebuah ruangan. Kedua, berarti nafs natiqah, yakni memungkinkan manusia mengetahui segala hakekat yang ada. Al-Ghazali berkesimpulan bahwa hubungan ruh dengan jasad merupakan hubungan yang saling mempengaruhi.
Di sini al-Ghazali mengemukakan hubungan dari segi maknawi karena wujud hubungan itu tidak begitu jelas. Lagi pula ajaran Islam tidak membagi manusia dalam kenyataan hidupnya pada aspek jasad, akal atau ruh, tetapi ia merupakan suatu kerangka yang saling membutuhkan dan mengikat; itulah yanmg dinamakan manusia.


2. Ibnu Qayyim Al Jauziah

Ibn Qayyim al-Jauziyah menggunakan istilah ruh dan nafs untuk pengertian yang sama. Nafs (jiwa) adalah substansi yang bersifat nurani 'alawi khafif hayy mutaharrik atau jism yang mengandung nur, berada di tempat yang tinggi, lembut, hidup dan bersifat dinamis. Jizm ini menembus substansi anggota tubuh dan mengalir bagaikan air atau minyak zaitun atau api di dalam kayu bakar. Selama anggota badan dalam keadaan baik untuk menerima pengaruh yang melimpah di atasnya dari jism yang lembut ini, maka ia akan tetap membuat jaringan dengan bagian-bagian tubuh. Kemudian pengaruh ini akan memberinya manfaat berupa rasa, gerak dan keinginan.
Ibn Qayyim menjelaskan pendapat banyak orang bahwa manusia memiliki tiga jiwa, yaitu nafs mutmainnah, nafs lawwamah dan nafs amarah. Ada orang yang dikalahkan oleh nafs mutmainnah, dan ada yang dikalahkan oleh nafs ammarah.
Mereka berargumen dengan firman Allah:

Wahai jiwa yang tenang (nafs mutmainnah) ...
(QS. Al-Fajr: 27).


Aku sungguh-sungguh bersumpah dengan hari kiamat dan aku benar-benar bersumpah dengan jiwa lawwamah
(QS. al-Qiyamah: 1-2)


Sesungguhnya jiwa itu benar-benar menyuruh kepada keburukan (nafs ammarah)
(QS. Yusuf: 53)

Ibn Qayyim menjelaskan bahwa sebenarnya jiwa manusia itu satu, tetapi memiliki tiga sifat dan dinamakan dengan sifat yang mendominasinya. Ada jiwa yang disebut mutmainnah (jiwa yang tenang) karena ketenangannya dalam beribadah, ber-mahabbah, ber-inabah, ber-tawakal, serta keridhaannya dan kedamaiannya kepada Allah. Ada jiwa yang bernama nafs lawwamah, karena tidak selalu berada pada satu keadaan dan ia selalu mencela; atau dengan kata lain selalu ragu-ragu, menerima dan mencela secara bergantian. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa nafs lawwamah dinamakan demikian karena orangnya sering mencela. Sedangkan nafs ammarah adalah nafsu yang menyuruh kepada keburukan. Jadi, jiwa manusia merupakan satu jiwa yang terdiri dari ammarah, lawwamah dan mutmainnah yang menjadi tujuan kesempurnaan dan kebaikan manusia.



Sumber
Religion Lecture from Prof. Dr. Hanif Saha Ghafur
Bibel, Al Quran, dan Sains Modern : Dr. Maurice Bucaille
Asal Usul Kejadian Manusia : Dr. Maurice Bucaille
http://search.google.com/